Adapun untuk jalur umum hanya tersedia di Politeknik Kelautan Perikanan (KP) Sidoarjo dengan skema berbayar.
Potensi penghasilan
Menjawab mengenai kesiapan industri, Wakil Direktur I Bidang Akademik Heri Triyono, mengungkap bahwa pasti seluruh lulusan AUP siap untuk bekerja.
“Lulusan kita bisa terserap semuanya, selama dia tidak memilih,” kata Heri, dilansir Kompas.com, Selasa (30/7/2025).
“Kalau mereka lulus, kemudian berpikirnya minta gaji yang sama dengan yang udah punya 10 tahun pengalaman, ya sangat tidak mungkin,” lanjutnya.
Selama berkuliah, para taruna/taruni AUP mendapatkan bekal dengan sertifikasi khusus sebagai bentuk keterampilan yang membantu mereka terserap dunia kerja.

Bahkan, dengan praktik dan sertifikasi semasa kuliah, para lulusan juga bisa bekerja di underwater welding.
“Dan ongkos, eh, ongkos apa namanya, gaji underwater welding itu, hitungannya jam. Satu jam itu kalau misalnya baru aja sudah Rp 750 ribu,” kata Heri.
“Tapi sebanding dengan kalau misalnya kita di luar (luar AUP), mengambil sertifikat underwater welding, itu sekitar Rp 30 juta,” imbuhnya.
Heri juga mengungkap, ke depannya akan menjalin ikatan dinas yang memberikan kesempatan bekerja di instansi pemerintahan atau KKP.
Namun, akan diberikan pada yang terbaik di dalam kelas selama pendidikan tinggi untuk menjamin sekaligus mengasah kualitas.
Langsung bekerja
Berdasarkan data 2022-2024, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menyampaikan bahwa 78,9 persen mahasiswa langsung bekerja.
Di luar itu, 9,9 persen merintis wirausaha dan 5,4 persen lainnya melanjutkan pendidikan.

