Lulusan AUP memiliki pelbagai prospek kerja.
Mereka bisa bekerja di sektor budidaya ikan, penangkapan ikan, pengelolaan hasil perikanan, pemasaran hasil perikanan, hingga permesinan kapal.
Untuk menunjang keterampilan praktis, mahasiswa AUP mendapatkan bekal berbagai fasilitas pelatihan langsung.
Pelatihan itu meliputi mulai dari laboratorium pengolahan hasil perikanan, tempat budidaya ikan, alat mesin kapal, dan sebagainya.
“Dalam sistem pengajaran itu kita mengadopsi sekitar 25 sampai 30 persen itu adalah teori,” kata Radiarta.
“Kemudian sisanya itu adalah praktikal sehingga itu terimplementasi dalam bentuk teaching factory,” imbuhnya.
Selain fokus akademik, mahasiswa juga difasilitasi dalam kegiatan nonakademik seperti renang, mini soccer, basket, hingga band.
Kurikulum pun terus di-review agar selaras dengan perkembangan industri.
Saat ini, terdapat enam program studi jenjang diploma IV atau setara sarjana terapan.
Keenam program studi tersebut, yaitu:
- Teknologi Penangkapan Ikan (TPI)
- Permesinan Perikanan (MP)
- Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPH)
- Teknologi Akuakultur (TAK)
- Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan (TPS)
- Penyuluhan Perikanan (PP)
Salah satu fasilitas unggulannya adalah kapal riset dan latih Madidihang 03, buatan Spanyol yang berstandar global.
Kapal ini dirancang khusus untuk riset serta pelatihan laut di Indonesia untuk Politeknik AUP.
Sebagai tambahan informasi, taruna/taruni AUP wajib menjalani praktik berlayar selama 1,5 tahun.
Praktik itu meliputi observasi biodata laut, penangkapan ikan, hingga belajar mengoperasikan kapal secara langsung. (*)

