Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto menambahkan, prestasi ini merupakan bentuk pengakuan nasional atas kerja keras tim komunikasi publik.
Undip memiliki banyak inovasi yang akan terus disampaikan kepada masyarakat melalui kanal media internalnya.
Melalui tagline Undip juga, bakal membawa semangat yang sama dengan pemerintah, yang saat ini sedang menggalakkan inovasi untuk membangun negara ini.
Direktur Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Dr Nurul Hasfi menegaskan, isu energi terbarukan yang dimiliki inovator Undip telah memberikan dampak nyata.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan komunikasi publik yang kredibel, kontekstual, dan inspiratif.”
“Media sosial menjadi ruang strategis bagi tim komunikasi publik untuk memperluas dampak riset, inovasi, dan nilai-nilai kemanusiaan yang diusung Undip,” ucapnya.
Tak Sekadar Pelengkap Birokrasi
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid menegaskan, komunikasi publik merupakan bagian penting dari pembangunan nasional.
Ini pula bukan sekadar tugas pelengkap birokrasi.
“Komunikasi publik bukan sekadar tugas tambahan, tetapi denyut nadi pembangunan nasional.”
“Profesi humas merupakan navigator kepercayaan publik yang menjadi jembatan antara negara dan rakyat,” ujar Meutya.
Dia manambahkan, tema Kolaborasi Humas Satu Suara untuk Indonesia Maju menjadi relevan dengan situasi Indonesia saat ini.
Saat informasi bergerak secepat kilat, tantangan terbesar bukan lagi menyebarkan informasi, tetapi, bagaimana membangun narasi yang substansi, juga berdampak dan mampu menggerakkan.
“Satu suara bukan berarti kehilangan identitas instansi, bukan juga membuat satu pesan menjadi sama semua.”
“Namun, ini lebih kepada menyamakan irama, melakukan sinkronisasi sebagai inti dari pembangunan nasional.”
“Tujuannya, agar pesan-pesan lebih mudah dimengerti dan dapat sampai secara efektif,” tambahnya.
Sementara dalam laporannya, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya menyampaikan, 350 perwakilan instansi pemerintah, termasuk kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan perguruan tinggi negeri berpartisipasi dalam AMH 2025.
Tahun ini terdapat 190 instansi yang mendaftar dan 154 karya humas yang lolos tahap kurasi untuk penilaian dewan juri.
Semua juri yang terlibat dalam penilaian memiliki integritas dan berasal dari kalangan media massa di Indonesia.
- Kategori media sosial, Wicaksono, Praktisi Media Sosial.
- Kemudian juri kategori website, Yura Shahrul, Pemimpin Redaksi Kata Data.
- Kategori media audiovisual, Ratna Pinasti, Pemimpin Redaksi SCTV Indonesia.
- Kategori penerbitan media internal, Haryo Damardono, Pemimpin Redaksi Harian Kompas.
- Kategori media online cetak, Ratna Susilowati, Direktur Pemberitaan Rakyat Merdeka.
- Kategori kampanye komunikasi publik, Umi Salamah, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sospol UI.
(*)
Sumber: Undip
