Selain itu, material menunjukkan karakteristik ekspansi termal yang lebih stabil.
“Hasil terbaik muncul pada penambahan bottom ash 3 persen dengan aging 200 derajat Celsius,” ujar Harjo.
Ia menegaskan kombinasi tersebut menghasilkan distorsi dimensi paling minimal.
Temuan ini membuka peluang penggunaan material untuk komponen teknik presisi.
Kebaruan Ilmiah dan Kontribusi Akademik
Secara ilmiah, riset ini menghadirkan pendekatan analisis terpadu yang jarang dilakukan sebelumnya.
Penelitian mengintegrasikan analisis mikrostruktur, mekanik, termal, dan stabilitas geometris secara simultan.
Harjo menekankan perubahan dimensi material dipengaruhi perubahan fasa selama proses aging.
“Pendekatan terpadu ini masih sangat terbatas dalam literatur sebelumnya,” jelas Harjo.
Selama studi, Harjo mendapat bimbingan tiga promotor dari Fakultas Teknik UNS.
Mereka yakni Prof. Triyono, Prof. Eko Surojo, dan Prof. Dody Ariawan.
Dekan Fakultas Teknik UNS, Prof. Wahyudi Sutopo, memimpin sidang promosi doktor tersebut.
“Dr. Harjo lulus tanpa ujian terbuka dengan IPK 3,81 dan predikat sangat memuaskan,” ujar Wahyudi.
Komitmen Pengembangan Riset Berkelanjutan
Ke depan, Harjo berkomitmen mengembangkan riset Metal Matrix Composite secara berkelanjutan.
Ia berencana melibatkan mahasiswa sarjana dan pascasarjana dalam penelitian lanjutan.
Menurutnya, riset harus berdampak langsung bagi industri nasional.
“Riset tidak boleh berhenti di laboratorium, tetapi harus memberi dampak nyata,” tegas Harjo.
Ia juga menjelaskan alasan memilih UNS sebagai tempat studi doktor.
“UNS memiliki kelompok riset kuat, fasilitas memadai, dan publikasi aktif,” pungkasnya.
