KABUPATEN SEMARANG, INIKAMPUS – Tim Pengabdian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Tahun ini, tema yang diusung “Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengolahan Sampah Organik Melalui Budi Daya Maggot BSF guna Mendukung Penerapan Ekonomi Sirkular Desa Jetak”.
Acara berlangsung 2-3 Agustus 2025 di rumah Kepala Dusun Jetak.
Kegiatan diawali sambutan Ketua Tim Pengabdian, Andhina Putri Heriyanti, dan Kepala Desa Jetak, Sarinah.
Materi pertama oleh Dewi Mustikaningtyas dengan topik “Pengenalan dan Teknik Budi Daya Maggot”.
Dewi Mustikaningtyas menjelaskan tahapan budi daya, teknik perawatan, hingga manfaat maggot BSF dalam pengolahan sampah organik.
Materi kedua oleh Hendra Febriyanto yang mengupas “Strategi Digital Marketing Produk Maggot”.
Tim Unnes Latihkan Literasi Digital Zakat di Banjarnegara
Ia membagikan tips pemasaran daring, strategi branding, serta pemanfaatan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Praktik Budi Daya
Setelah tanya-jawab, peserta praktik langsung budi daya maggot BSF yang dipandu oleh Amnan Haris. Mereka mempelajari cara menyiapkan media, proses pemeliharaan, dan teknik panen.
Peserta pelatihan terdiri atas perangkat desa, kelompok PKK, dan tokoh Desa Jetak
Kepala Desa Jetak, Sarinah, mengucapkan terima kasih atas kerja sama berkelanjutan dari Unnes dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular di desanya.
“Kami berharap pelatihan semacam ini dapat rutin dilakukan agar masyarakat semakin terampil mengelola sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Andhina Putri Heriyanti menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk melanjutkan sinergi dengan pemerintah desa.
“Bentuknya bisa berupa penelitian ataupun pengabdian untuk memecahkan permasalahan serta mengoptimalkan potensi Desa Jetak,” kata Andhina.

