Ini yang kemudian ilmu kedokteran hewan ikut berkembang.
Namun sayangnya, perguruan tinggi yang memiliki program keilmuan khusus kesehatan hewan masih sangat minim.
Sebagai gambaran, kebutuhan dokter hewan saat ini belum mencapai rasio ideal.
Padahal Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang memiliki populasi hewan ternak tertinggi di Indonesia.
Tidak hanya peternakan, potensi kesehatan hewan peliharaan dan perawatan hewan eksotik juga sangat besar.
Teliti Sastra Komunitas, Dosen Unnes Raih Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa
Tahniah! Mahasiswi Unugiri Juara I Desainer Muda Bojonegoro
“Dokter hewan saat ini memegang peranan penting.”
“Baik itu kaitannya pemeliharaan kesehatan ataupun kesejahteraan hewan,” jelas dr Mahalul.
Terima 60 Mahasiswa Baru
Beberapa alasan itu yang kemudian Unnes melalui Fakultas Kesehatan berinisiatif mempersiapkan prodi khusus kedokteran hewan.
“Untuk prodi ini sudah kami siapkan sejak lama.”
“Mulai dari mempersiapkan infrastruktur perkuliahan hingga merekrut dosen khusus kedokteran hewan,” katanya.
Kepala Humas Unnes, Rahmat Petuguran menambahkan, pada tahun angkatan pertama, Prodi Kedokteran Hewan menerima 60 mahasiswa.
Pembukaannya yaitu melalui jalur Seleksi Mandiri Tes Tulis Gelombang 2.
“Saat ini sudah mulai pembukaan pendaftaran.”
“Kami tutup pada 26 Juli 2025,” ucap Rahmat. (*)

