Saat itu, ia lebih banyak mendekam diri di rumah dan mengikuti pembelajaran jarak jauh dari sekolahnya, yakni SMAN 1 Padang.
Saat itu ia suka menonton tayangan video di YouTube mengenai Astronomi hingga Fisika.
Namun siapa sangka, berkat keuletannya, ia jadi sering berlaga dan menjadi absolute winner pada OSN SMA/MA bidang Fisika tahun 2023.
Zahran mengembangkan minat mendalam terhadap ilmu Astronomi dan Fisika yang kemudian menjadi motivasi utama untuk meraih prestasi gemilang.
Menurut Zahran, Fisika lebih mengandalkan kemampuan berpikir secara logika dibandingkan kemampuan menghafal.
Walaupun begitu, ia tidak membiarkan kelemahannya menjadi penghalang dalam meraih prestasi.
Pada saat berlaga di OSN, dalam rentang dua tahun, Zahran juga mendapatkan undangan untuk mengikuti pembinaan dan seleksi ajang internasional sebanyak tiga tahap dengan fasilitasi Puspresnas.
Kemudian tahun 2023, ia mengikuti Pembinaan dan Seleksi untuk ajang IOAA dan berhasil jadi wakil Indonesia.
Berlanjut di tahun 2024, ia kembali mengikuti Pembinaan dan Seleksi untuk ajang IPhO dan kembali berhasil jadi wakil Indonesia.
Atas kerja kerasnya itu ia meraih prestasi gemilang dua tahun berturut-turut, yaitu medali perunggu IOAA 2023 di Chorzów, Polandia, dan medali perak IPhO 2024 di Isfahan, Iran.
Capaian lainnya yang diperoleh Zahran yaitu, medali perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi jenjang SMA/MA tahun 202.

