SEMARANG, INIKAMPUS – Dua mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyerahkan inovasi digital berupa website SIEBETA (Sistem Entri Beban Tugas) kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, Kamis (18/6/2026).
Inovasi ini hadir untuk mengotomatisasi penyusunan laporan keuangan mitra dan meningkatkan kualitas penyajian data.
Mahasiswa tersebut adalah Irwan Ali Prasetyo dari Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer serta Khusnayatus Syifa dari Program Studi Manajemen.
Keduanya mengembangkan SIEBETA melalui kolaborasi antara Unnes dan BPS Kota Semarang.
Modernisasi Pencatatan Data
SIEBETA lahir untuk menjawab kebutuhan modernisasi sistem pencatatan.
Sebelumnya, pengelolaan data mitra dan laporan keuangan masih mengandalkan spreadsheet manual.
Cara tersebut memerlukan waktu lebih lama dan kurang ramah bagi pengguna awam.
Melalui SIEBETA, operator dapat mengelola data secara lebih cepat dan sistematis.
Website ini juga mampu mengotomatisasi pembuatan dokumen penting, seperti Surat Perintah Kerja (SPK) dan Berita Acara Serah Terima (BAST).
Irwan menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar mudah digunakan berbagai kalangan.
“Kami ingin menghadirkan sistem yang tidak hanya cepat, tetapi juga mudah dipahami oleh pengguna yang tidak memiliki latar belakang teknis,” ujarnya.
Dibangun dengan Teknologi Modern
Tim pengembang membangun SIEBETA menggunakan framework Laravel 12.
Selain itu, website ini menyediakan fitur input data yang fleksibel.
Pengguna dapat memasukkan data secara manual berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Selain itu, pengguna juga dapat mengunggah data dalam jumlah besar melalui integrasi file Excel maupun spreadsheet.
Khusnayatus Syifa menilai fleksibilitas tersebut dapat mempercepat pekerjaan operator.
“Fitur impor data massal membantu pengguna menghemat waktu dan mengurangi potensi kesalahan saat entri data,” katanya.
Melalui sistem baru tersebut, keduanya berharap BPS Kota Semarang dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat penyusunan laporan, serta menyajikan informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.

