JAKARTA, INIKAMPUS – Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan sembilan instansi pemerintah akan membuka seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Namun, pemerintah masih menyusun jadwal pendaftaran dan kuota penerimaan.
Informasi tersebut muncul melalui akun Instagram resmi BKN, Kamis (23/7/2026).
BKN mengajak masyarakat menyiapkan diri sejak dini.
“Daftar instansi penyelenggara Sekolah Kedinasan 2026,” tulis BKN melalui akun Instagram resminya.
Seleksi Sekolah Kedinasan menjadi jalur pendidikan yang banyak diminati.
Selain memperoleh pendidikan kedinasan, lulusan sejumlah sekolah juga berpeluang mengisi kebutuhan aparatur pemerintah sesuai ketentuan instansi masing-masing.
Sembilan Instansi Membuka Pendaftaran
BKN mencatat sembilan kementerian dan lembaga akan menyelenggarakan seleksi tahun ini.
Instansi tersebut meliputi Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Kementerian Hukum.
Selain itu, Badan Pusat Statistik, Badan Intelijen Negara, Badan Siber dan Sandi Negara, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga membuka seleksi.
Meski demikian, BKN belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran.
Selain itu, pemerintah juga belum menetapkan kuota penerimaan setiap instansi.
Karena itu, calon peserta dapat menggunakan kuota 2025 sebagai gambaran awal persaingan seleksi.
Kuota Tahun Lalu Jadi Acuan
Pada seleksi 2025, Institut Pemerintahan Dalam Negeri membuka 1.061 formasi.
Selanjutnya, Politeknik Keuangan Negara STAN menyediakan 500 formasi.
Kemudian, Politeknik Transportasi Darat Indonesia melalui Sipencatar menerima 791 peserta.
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik menyediakan 400 formasi.
Sementara itu, STMKG membuka 350 formasi.
Berikutnya, Sekolah Tinggi Intelijen Negara menerima 100 peserta.
Politeknik Siber dan Sandi Negara menyediakan 50 formasi.
Adapun Politeknik Pengayoman Indonesia mulai membuka penerimaan pada seleksi 2026.
Pendaftaran Melalui Portal SSCASN
Calon peserta harus mendaftar melalui portal SSCASN Sekolah Kedinasan.
Pelamar kemudian membuat akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan.
Selanjutnya, pelamar memilih sekolah dan program studi yang tersedia.
Pelamar lalu mengisi data diri, memasukkan nilai akademik, serta mengunggah dokumen persyaratan.
Setelah itu, pelamar memeriksa seluruh isian sebelum mengirim formulir.
Data yang sudah terkirim tidak dapat diubah.
Berikutnya, instansi melakukan verifikasi administrasi.
Peserta yang lolos verifikasi memperoleh kode pembayaran seleksi.
Setelah menyelesaikan pembayaran, peserta dapat mencetak kartu ujian.
Selanjutnya, peserta mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai jadwal masing-masing instansi.
BKN mengimbau masyarakat memantau informasi resmi melalui portal SSCASN dan kanal komunikasi setiap instansi agar tidak tertinggal jadwal maupun persyaratan terbaru.
