Dalam kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum., mengajak mahasiswanya mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini.
“Ini kesempatan langka dan berharga, bisa belajar langsung dari maestro. Menarik juga, Pemerintah menanggung seluruh biaya kegiatan,” katanya.
Maestro dan kotanya
Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual juga mengemukakan, residensi akan berlangsung 30 hari dan diikuti oleh 70 peserta.
“Mereka akan terbagi dalam tujuh lokasi,” tandasnya.
Ketujuh mestro, bidang seni, dan tempat tinggalnya sebagai berikut
- Ki Purbo Asmoro (Seni Pedalangan), Solo
- Nasirun (Seni Lukis), Yogyakarta
- Sundari Soekotjo (Seni Musik), Jakarta
- Iman Soleh (Seni Teater), Bandung
- Gus Tf Sakai (Seni Sastra), Padang Panjang
- I Nyoman Nuarta (Seni Rupa/Patung), Bandung
- Didik Nini Thowok (Seni Tari), Yogyakarta.

