SEMARANG, INIKAMPUS – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengajak para ayah mengambil buku rapor anak masing-masing di sekolah.
Ajakan itu hadir melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menyampaikan ajakan tersebut melalui nota dinas tertanggal 18 Juni 2026.
Nota dinas itu ditujukan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I hingga XII.
Kebijakan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor S/400.13.26/207/2026 tanggal 17 Juni 2026.
Sadimin menegaskan, kedua gerakan itu mendukung penguatan ketahanan keluarga.
Selain itu, gerakan tersebut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah merupakan upaya strategis dalam mendukung penguatan ketahanan keluarga,” tulis Sadimin dalam nota dinasnya.
Respons Fenomena Fatherless
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah menilai keterlibatan ayah sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
Karena itu, pemerintah mendorong ayah hadir dalam aktivitas pendidikan anak.
Menurut Sadimin, gerakan tersebut juga merespons tingginya fenomena fatherless di Indonesia.
Kondisi itu menunjukkan masih minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
“Gerakan ini menjadi pengingat pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung tumbuh kembang anak,” tulisnya.
Ia menambahkan, peran ayah tidak hanya penting di rumah. Sebaliknya, ayah juga perlu hadir dan terlibat dalam lingkungan pendidikan.
Sekolah Diminta Beri Imbauan
Dinas Pendidikan Jawa Tengah meminta seluruh cabang dinas segera bergerak.
Selanjutnya, kepala cabang diminta menginstruksikan satuan pendidikan di wilayah masing-masing.
Sekolah diharapkan mengimbau ayah atau wali ayah untuk hadir saat pembagian rapor.
Selain itu, sekolah juga mengajak mereka mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.
Melalui GEMAR dan GAMAS, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap hubungan ayah dan anak semakin kuat.
“Dengan begitu, sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat bersama-sama mendukung keberhasilan pendidikan anak,” tandasnya.

