Ayahnya seorang buruh serabutan dan ibunya penjual nasi.
Oleh karena alasan ekonomi, kedua orang tua Fitri sempat tak mengizinkannya kuliah.
“Saya sempat pasrah. Kalau nggak dapat beasiswa, saya siap cari kerja,” kenang Fitri, di sela-sela Wisuda Ke-114 Unesa di Graha Unesa, Surabaya, pada 2 Juli 2025 lalu.

Nah, benar kata ungkapan, nasib baik berpihak pada mereka yang bersungguh-sungguh.
Fitri lolos sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP-Kuliah).
Dan itulah menjadi gerbang awal menapaki impiannya menjadi sarjana.
Unesa Surabaya Gelar Forum Internasional Bahas Kearifan Lokal
Aktif berorganisasi
Fitri tak hanya berprestasi di bidang akademik.
Dia juga aktif di berbagai organisasi dan kegiatan sosial.
Fitri pernah menjabat sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi (HMJPE).
Dia juga anggota Paguyuban Putra-Putri FEB Unesa.
