Bukan cuma itu, dia Duta Kampus Sehat dan relawan komunitas Lamongan Mengajar.
Tak berhenti di situ, ia juga menjadi ketua Karang Taruna Kamsila di daerahnya.
Dia juga menjadi ketua Tim Kampus Mengajar Angkatan 7.
Dari semua kegiatan itu, Fitri tak sekadar mencari pengalaman.
Dia belajar tentang manajemen waktu, komunikasi lintas instansi, hingga kepemimpinan.
“Berorganisasi itu bukan hanya soal sibuk, tetapi soal bertumbuh,” kata Fitri.
“Dan saya ingin terus tumbuh dan berdampak,” lanjutnya.

Di luar itu, Fitri bahkan sempat bekerja sebagai freelancer di Kalila Organizer selama lebih dari setahun.
Fitri tahu betul bahwa kunci dari semua itu adalah kemampuan manajemen waktu.
“Pagi kuliah, siang rapat, malam kerja. Ya capek, tetapi kalau dijalani dengan niat, semuanya bisa seimbang,” ungkapnya dengan senyum tenang.
Jalur tugas akhir
Ketika sebagian besar mahasiswa memilih menyelesaikan studi dengan skripsi, Fitri justru memilih jalur lain: artikel ilmiah.
Dia menulis artikel berjudul “Efektivitas Penggunaan Praktik Baik Gamification dalam Proses Pembelajaran guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Elemen Dasar-Dasar Akuntansi.”
