Bantu jualan
Varen mengaku bangga akan perjuangan ibunya, yang mengusahakan segalanya untuknya.
Lebih dari itu, Varen turut serta membawa beberapa dagangan ibunya untuk ia titipkan di kantin sekolahnya atas inisiatifnya sendiri.
“Sejak SD sampai SMA sekolah Varen memang jauh dari rumah, itu saya lakukan supaya dia nggak dapat tekanan sosial kalau bersekolah di sekitar lingkungan rumah dan ditanya tentang ayahnya,” tutur Siti dengan penuh haru, seperti dilansir situs resmi UGM, ugm.ac.id, pada Kamis (19/6/2025).
Sejak SMP, Varen sudah merancang masa depannya dan menempatkan kampus UGM sebagai target tempat kuliah.
Kecintaannya pada pelajaran Kimia menuntun Varen pada Prodi Teknologi Pangan.
Meski keterbatasan ekonomi membuatnya tidak bisa ikut bimbingan belajar (bimbel), Varen tak patah arang.
Dia menempuh jalur lain dengan memanfaatkan les murah, belajar mandiri via daring, dan menggantungkan diri pada doa serta tekad.
“Ibu saya tidak pernah bilang keberatan, selalu mendukung dan membebaskan pilihan saya. Saya percaya kalau kita niat cari ilmu, Allah pasti memberi jalan,” ungkapnya.
Peringkat tinggi
Meskipun dikenal pendiam, Varen memiliki prestasi di kelas dengan meraih peringkat tinggi di setiap jenjang sekolahnya.
Dia juga kerap menjuarai lomba menggambar sejak kecil.
Yang luar biasa, Varen juga memiliki kesan positif di mata guru dan teman-temannya.
“Anaknya memang pendiam, tapi dia tanggap pada lingkungan sekitar, baik pada keluarga atau ke teman-temannya,” nilai Siti.


2 Komentar
Pingback: Cerita Inspiratif Sherly Phangestu, Mahasiswa Indonesia Peroleh Pujian CEO Apple - iniKampus
Pingback: Gen Z Lebih Pilih Jadi ‘Freelancer’, Ternyata Alasannya Bukan Cuma Cuan - iniKampus