Dalam hidupnya, Varen mengaku selalu memegang pesan ibunya.
Kepadanya, sang ibu berpesan untuk selalu memegang teguh nilai-nilai kejujuran, rendah hati, mandiri.
Sang ibu juga mendorong Varen untuk bersedekah, walaupun berada dalam kekurangan.
Mimpi besar
Kini, sebagai mahasiswa baru UGM, Varen memiliki mimpi lebih besar lagi untuk melanjutkan S-2.
Lebih dari itu, dia juga ingin berkiprah di sektor pemerintahan atau BUMN, sebagai wujud terima kasih kepada sang bunda.
“Saya akan buktikan pada ayah bahwa anak yang ditinggalkannya bisa melakukan suatu yang besar, saya dan kakak perempuan saya bisa berkuliah,” kata Varen penuh semangat.
Kisah Varen adalah cerminan kekuatan perempuan.
Pertama, kekuatan seorang ibu yang tidak menyerah pada keterpurukan.
Kedua, kekuatan seorang anak yang menjawab pengorbanan itu dengan kerja keras dan prestasi.
Semangat perempuan ini layak mendapatkan apresiasi dan menjadi inspirasi.
Bahwa, di balik pencapaian seorang anak, ada doa, peluh, dan cinta dari ibu yang luar biasa.
“Untuk semua yang tengah berjuang, nikmati aja karena suatu hari nanti kita mesti mendapatkan hasil dari apa yang telah kita perjuangkan dengan bangga,” pesan Varen. (*)


2 Komentar
Pingback: Cerita Inspiratif Sherly Phangestu, Mahasiswa Indonesia Peroleh Pujian CEO Apple - iniKampus
Pingback: Gen Z Lebih Pilih Jadi ‘Freelancer’, Ternyata Alasannya Bukan Cuma Cuan - iniKampus