“Fenomena ini menarik bagi kami dari sisi perkembangan, dengan anggota yang notabene berusia anak-anak,” tambahnya.Agung di Hall Kampus Suyitno Unigoro.
Sementara itu, dosen Pendamping Lapangan Kelompok 28 KKNTK Unigoro, Moh Yusuf Dawud S.P., M.Agr, menjelaskan bahwa visi dan misi mahasiswa dampingannya sudah selaras dengan tema besar KKNTK Unigoro.
Pertama, kata Yusuf , tidak semua desa memiliki kelengkapan dari segi geosite, biosite, ataupun culturesite.
Kedua, lanjut dia, memiliki salah satu saja dan fokus pengembangan, akan menjadi bagian penting dari peta besar destinasi Geopark di Bojonegoro.
Dia menambahkan, Desa Kalirejo berada di wilayah Kota Bojonegoro sehingga tidak memiliki biosite atau geosite,
Akan tetapi, menurut dia, Kalirejo memiliki potensi culturesite yang menarik.
“Oleh karena itu, saya sepakat dengan teman-teman mahasiswa untuk mengolaborasikan oklik dengan seniman Bojonegoro,” tandasnya.
Upaya konkret
Di sisi lain, Creative Director & Arrangers Akart Records, Halil M Wibowo menilai, ide itu merupakan upaya konkret untuk mengembangkan oklik dengan spektrum audiens yang lebih luas.

