Menurut dia, upaya kolaboratif merupakan keniscayaan yang tak tertolak.
“Dari sisi etnomusikologi, perkembangan itu sesuatu yang pasti terjadi, ketika terdapat perkembangan sudah sewajarnya perubahan itu menjadi sesuatu yang menarik sebagai bahan diskusi,” kata Halil.
“Dengan begitu, eksistensi terjaga, dan semua bisa berkarya sesuai dengan interpretasi masing-masing seniman,” lanjutnya. (*)

