Dia juga magang di Pengadilan Negeri Bojonegoro untuk memahami proses administrasi perkara perdata dan pidana, pencatatan persidangan, hingga penyusunan berkas keputusan.
Salah satu pengalaman paling berkesan selama kuliah adalah saat mengikuti Praktik Latihan Kemahiran Hukum (PLKH).
Selama satu semester, Rifa bersama rekan-rekannya menjalani simulasi sidang lengkap dengan peran sebagai hakim, jaksa, penasihat hukum, dan panitera.
“Pengalaman itu sangat berharga karena benar-benar menggambarkan dunia kerja seorang praktisi hukum,” katanya.
Selama kuliah, Rifa juga aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum.
Dia pernah menjadi Staf Ahli Divisi Publikasi, kemudian dipercaya sebagai Ketua Divisi Pemberdayaan Perempuan.
Dalam peran itu, dia turut memimpin program Rangkul Puan, sebuah komunitas ramah gender yang menjadi ruang aman dan edukatif bagi mahasiswa untuk membangun kesadaran tentang kesetaraan gender serta pencegahan kekerasan seksual di kampus.
Setelah lulus dan diwisuda, Rifa berencana melanjutkan karier di instansi pemerintah atau lembaga peradilan seperti Mahkamah Agung atau BUMN.
Dia juga memiliki niat untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) bidang hukum agar bisa memperdalam analisis dan berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. (*)
Sumber: Unesa
