Tentunya dengan kreasi dan inovasi pengabdian dan pemberdayaan masyarakat baik dengan metode edukasi,pendampingan,pelatihan, penyuluhan, dan lain-lain.
Hal ini juga tidak luput dari kolaborasi lintas sektor sebagai upaya pemberdayaan masyarakat itu sendiri.
Prevalensi stunting
Pembekalan KKN kali ini, juga menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Semarang, H. Asep Mulyana, S. STP., M.Si., memberikan pengarahan dan pengenalan terkait wilayah, kondisi geografis, keadaan umum di Kabupaten Semarang.
Asep menyampaikan, di Kabupaten Semaramg terdapat 208 desa dan 27 kelurahan.
“Para mahasiswa KKN UNW akan kami plotkan ke dalam 45 lokus KKN dengan permasalahan sosial yang beragam,” kata Asep.
Dia menambahkan, Kabupaten Semarang memiliki prevalensi stunting yang masih tinggi.
Dia juga menyampaikan instruksi Bupati Semarang, Ngesti Nugroho, bahwa mahasiswa dapat ikut menyukseskan program pemerintah dalam pengentasan stunting melalui kegiatan KKN kali ini.
“Dengan demikian, kami berharap, dapat mencapai zero stunting di Kabupaten Semarang,” imbuhnya. (*)

