YOGYAKARTA, INIKAMPUS – Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menciptakan solusi kemandirian pangan lokal.
Mereka menggelar seminar edukasi sekaligus menyerahkan bantuan unit akuaponik di Masjid Al Ittihad, Sleman, Minggu (5/4/2026).
Dosen Fakultas Pertanian UMY, Ir. Lestari Rahayu, M.P., memimpin program bertajuk “Model Inovasi Hijau Budikdamber” tersebut.
Fokus utama inovasi ini mengubah limbah air wudu yang melimpah menjadi sumber daya yang jauh lebih produktif.
Setiap anggota jamaah rata-rata menghasilkan 10 hingga 15 liter air wudu per hari yang selama ini sering terbuang percuma.
Melalui sistem sirkulasi akuaponik, air limbah tersebut kini berfungsi sebagai nutrisi tanaman sekaligus media budidaya ikan.
Melibatkan Marbot Masjid
Kegiatan ini melibatkan marbot masjid, remaja masjid, serta warga Padukuhan Karangwuni dan Kocoran Baru secara aktif.
Tim menghadirkan alumni Agribisnis UMY sekaligus pemilik Karya Farm, Muhammad Farhan, S.P., untuk membagikan teknik praktis budidaya di lahan sempit.
Acara ini juga menarik perhatian sektor industri dengan kehadiran perwakilan General Affair Warung Spesial Sambal (SS), Bagas Adhiputro.
Pihak Warung SS menyatakan ketertarikannya untuk mengadopsi sistem ini guna mendukung program “Kebun Produktif” milik mereka.
Bagas mengungkapkan, meskipun sempat menghadapi kendala teknis pada budidaya ikan, mereka tetap fokus pada pengembangan tanaman.
Tim dosen UMY menyerahkan kit akuaponik secara simbolis kepada takmir Masjid Al Ittihad dan perwakilan industri agar sistem segera beroperasi.
Selain bantuan untuk masjid, tim pengabdian juga memberikan kesempatan bagi warga untuk mengembangkan sistem serupa di rumah masing-masing.
Warga yang berminat dapat mengajukan permintaan kit akuaponik kepada tim pengabdi untuk memperluas jangkauan teknologi hijau ini.
Langkah ini memastikan inovasi teknologi ramah lingkungan tersebut merambah hingga ke level unit rumah tangga masyarakat luas.
[Abdullah Azam]

