Hal itulah, dia mendorong mahasiswa untuk mengambil sertifikasi profesional internasional agar siap bersaing di pasar global.
Saat ini menurutnya, hal terpenting adalah menguasai data, memahaminya, dan mengkomunikasikan hasil analisis secara jelas.
Kombinasi keahlian, integritas, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci sukses di era digital seperti saat ini.
“Anak muda hari ini tidak boleh hanya berpikir lokal, dunia digital membuat batas negara semakin tipis.”
“Dengan kompetensi dan etika profesional, mahasiswa Unimus bisa berkiprah hingga ke tingkat internasional,” tambahnya.
Undip Semarang Juara 2 Medsos Terbaik Perguruan Tinggi 2025
Pusat Pembentukan Karakter
Terpisah, Wakil Rektor I Unimus, Prof Dr Budi Santosa menegaskan, mahasiswa hari ini merupakan tumpuan Indonesia menuju masa depan emas 2045.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan mentalitas generasi digital yang tangguh.
“Alhamdulillah, Unimus saat ini sedang berkembang pesat dan jumlah mahasiswa juga terus meningkat.”
“Banyaknya mahasiswa baru yang merupakan generasi muda seperti yang akan menjadi pengisi masa depan Indonesia menuju 2045.”
“Oleh karena itu, penting bagi kami untuk memberikan materi-materi yang menguatkan dan relevan dengan tantangan ke depan,” ujarnya.
Prof Budi juga menambahkan, dunia digital membuka peluang luas, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam etika, keamanan data, dan keotentikan diri.
“Era digitalisasi ini bisa menjadi berkah, tetapi juga bisa membawa disrupsi besar bila tidak disertai literasi dan integritas.”
“Mahasiswa Unimus harus menjadi pengguna teknologi yang bijak, bukan korban teknologi.”
“Gunakanlah ruang digital ini untuk membangun karya, berbagi pengetahuan, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya. (*)
Sumber: Unimus
