Urgensi konservasi
Penemuan ini sekaligus menunjukkan urgensi konservasi spesies air tawar di Papua yang rentan terhadap eksploitasi dan degradasi habitat.
Menurut Rury, banyak dari spesies ini hidup di sungai kecil dan anak-anak sungai yang belum banyak terpetakan secara ekologis.
Beberapa di antaranya bahkan baru tercatat berasal dari satu titik lokasi, membuatnya sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sekecil apa pun.
Para peneliti tidak sepenuhnya mengungkap lokasi asal spesimen dalam publikasi demi menjaga kelestarian populasi alami.
Ke depan, perlu riset lanjutan dan pemetaan sebaran spesies untuk mendukung kebijakan konservasi yang berbasis data.
“Kami harus menjaga keseimbangan antara eksplorasi ilmiah dan perlindungan habitat, apalagi banyak dari spesies ini hidup di wilayah yang mulai terjamah aktivitas manusia,” tambah Rury.
Di satu sisi, publikasi ini tidak hanya memperkaya pengetahuan ilmiah tentang keanekaragaman fauna Indonesia.
Di sisi lain, publikasi ini juga mempertegas posisi UGM sebagai pusat unggulan riset hayati tropis.

