Sementara itu, Prof. Belaao mengungkapkan kegembiraannya bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan civitas akademika di UIN Walisongo.
Perlu pembenahan
Terkait tema “public lecture”, Prof. Belaao mengatakan bahwa banyak hal yang perlu pembenahan terkait kepemimpinan dan dakwah.
Dia menjelaskan, penyebaran nilai-nilai Islam harus terencana dan strategis, bukan sekadar kegiatan rutin tanpa arah.

“Tanpa perencanaan yang matang, tujuan dakwah sulit tercapai, banyak peluang terbuang, dan kesalahan bisa terus berulang,” tegas Prof. Belaao.
Prof. Belaao juga menyampaikan bahwa Imam for Training and Development siap bekerja sama lebih lanjut.
Kerja sama itu terutama dalam menyediakan kursus dan pelatihan bagi mahasiswa terkait kepemimpinan dan manajemen pengelolaan lembaga keagamaan.
“Hal ini termasuk pelatihan teknis seperti manajemen administrasi masjid, yang selama ini menjadi kebutuhan riil di masyarakat,” katanya.
Di satu sisi, acara ini menjadi ajang pertukaran ilmu.
Di sisi lain, kerja sama juga membuka peluang baru bagi dosen dan mahasiswa Fuhum untuk mengakses pelatihan internasional yang aplikatif.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi Fuhum untuk memperluas jejaring akademik dan memperkaya perspektif global dalam studi Islam dan kemanusiaan. (*)
