Jejak Tan Malaka
Apa yang dialami Devit hari ini seolah mengulang jejak panjang tokoh-tokoh intelektual Minangkabau yang berangkat menuntut ilmu berbekal semangat kolektif komunitas.
Salah satunya Tan Malaka.
Dalam catatan hidupnya, Tan Malaka atau yang kerap dijuluki Bapak Republik Indonesia, pernah meyakinkan warga kampungnya tentang pentingnya pendidikan, hingga akhirnya mereka sepakat untuk membantu biaya keberangkatannya ke Belanda.
Dukungan itu bukan semata-mata karena kebanggaan, melainkan karena kepercayaan warga bahwa ilmu adalah bagian dari kemuliaan bersama.
Pola ini terasa kembali hidup dalam kisah Devit, seorang anak muda yang tidak hanya membawa namanya sendiri, tetapi juga amanat sosial dari kampungnya.
Bukan tidak mungkin, semangat seperti ini merupakan bagian dari watak khas masyarakat Minangkabau yang menjadikan pendidikan sebagai tangga sosial yang dijaga bersama.
Etos pendidikan
Etos pendidikan di ranah Minang tampaknya tak hanya hidup dalam narasi sejarah atau kisah personal, tetapi juga tecermin dalam capaian pembangunan manusianya.

